DIALEKTIKA : Cerita tentang secangkir Espresso dan hentakan Fender Stratocaster

Apa lagi yang kita cari? Dalam hidup dan segala macam cara melewatinya? Bukankah kita semua ini abadi, yang fana itu waktu.
Bukan, ini bukan tulisan filosofis yang penuh nuansa kontemplasi dan perjalanan mencari kebenaran, bukan. Tulisan ini cuma tentang usaha menjaga nalar agar tetap sadar. 


Namanya DIALEKTIKA, sebuah project ruang publik yang sedang saya dan beberapa kolega kerjakan. Bedanya dengan project sebelumnya, ini digarap sangat serius. Sebuah pekerjaan ambisius yang saya sudah rencanakan dari sekian tahun lalu, dan baru bisa saya realisasikan tahun ini mengingat butuh banyak waktu dan energi yang harus saya fokuskan untuk menggarap tempat ini. 

Semua ini berawal dari mungkin sepuluh tahun lalu, saat saya diajak seorang kawan untuk ngopi di satu tempat di kawasan elit selatan Jakarta. Tempat itu kecil saja, tapi saya merasa begitu intim, berinteraksi dengan setiap bagiannya. Sebuah tempat yang hingga saat ini masih sering saya datangi kalau sedang singgah di ibukota, letaknya di seberang "ruang baca", untuk yang pernah kesana pasti mengerti kenapa saya merasa tempat ini begitu menginspirasi. 

Setelah terjun di bisnis kedai kopi, dalam beberapa tahun ini saya ingin menghadirkan sesuatu yang baru di kota ini, saya menyebutnya sebuah shelter. Tempat kita bisa singgah sejenak, mengerjakan beberapa hal, menikmati kebebasan kreatif, menjadi individu merdeka dan bertukar apapun secara sosial. 

Tak perlu saya jelaskan kenapa namanya DIALEKTIKA, tentu saja anda semua punya hak melakukan interpretasi, menerka alasan, membuat analisa atau bahkan tidak peduli pada nama itu. Nama itu seketika saja berkelebat di kepala saya, dalam sebuah sesi merokok di teras rumah beberapa waktu lalu. 
Tempat ini besok akan punya sebuah store dimana saya berharap akan ada karya-karya para seniman lokal dalam bentuk apa saja bisa dipajang disini. Di tempat ini juga nanti saya akan menyeduh kopi, buat mereka yang mau beli dan butuh kafein sebagai penjaga alur diskusi. Sebuah mini-stage rencananya juga akan dibangun, jaga-jaga kalau ada kawan yang butuh panggung kecil-kecilan untuk menyentak Fender Strats-nya, juga sebuah ruang diskusi kecil dimana saya juga akan membagi koleksi buku pribadi saya agar bisa diakses oleh teman dan kolega yang memerlukan bahan referensi untuk tugas atau pekerjaannya. 

Tempat ini juga nantinya akan jadi ruang kerja untuk beberapa kawan yang gemar audio visual dan berniat untuk kaya raya dengan membuat konten dan menyiarkannya lewat media sosial. 


Kira- kira begitulah gambaran ruang lewat kemampuan deskripsi visual kelas rendah yang kami punya. Lokasinya saya tempatkan di halaman rumah, supaya lebih dekat dan bisa tiap hari saya datangi. Sebenarnya juga agara saya lebih sering di rumah dan mengelola bisnis dari rumah, saya juga berencana membangun sebuah event organizer dan tempat ini nantinya yang akan menjadi ruang kerjanya. 

Beberapa hal tentang proses pembangunannya, nanti akan ceritakan dalam tulisan saya berikutnya. Pembangunan saya rencanakan dalam waktu dekat, sehingga bisa segera dinikmati. 

Salam.

Komentar

Postingan Populer