Petarung

Jalanan sepi dan barisan lampu jadi bisu
Seorang petarung pulang dari gelanggang
Di tangannya tertenteng kepala dengan wajah pucat
Lawannya paling terakhir

Ia jarang sekali kalah atau mengalah
Tapi malam ini dia bersimbah darah
Milik lawannya dan juga dirinya
Darah mereka menyatu dalam amarah
Melebur dalam sumpah serapah

Petarung tak pernah mundur
Ia senantiasa maju dan bertempur
Walau harus terjatuh dalam lumpur

Malam ini dia sengaja membawa pulang kepala lawannya
Untuk diajak bicara
Soal pertarungan mereka
Soal darah mereka
Soal ritual mereka
Soal bagaimana mereka saling beradu ilmu

Hari itu sang petarung mengakui jurus sang lawan
Mampu menghadirkan tantangan
Sudah lama sekali tak ada lawan seperti ini
Menyudahi pertarungan yang hampir berakhir seri

Lawannya malam itu seorang petarung jalanan
Menguasai jurus bayangan
Tak mempan rayuan dan bujukan
Jago bermain peran

Sang petarung harus mengingat tiap jurus yang pernah dipelajari
Sang petarung harus berlatih lagi
Mencari strategi
Menepikan hati

Hingga malam itu
Luka menganga di dadanya
Darah membuncah
Kesabaran pecah
Ia harus menghapus lelah.

Komentar

Postingan Populer